Filed under: Uncategorized
Wirausahawan dan Asuransi Menyejahterakan Masyarakat
oleh Indrawati
Salah satu persoalan yang dihadapi Indonesia adalah tingginya tingkat pengangguran. Masyarakat cenderung ingin menjadi pegawai, terutama pegawai negeri karena menjadi pegawai negeri masa depan terjamin. Setiap bulan mendapatkan gaji dan setelah tidak bekerja pun masih mendapatkan pensiun, bahkan setelah meninggal, istri/suami dan anak yang belum dewasa akan mendapatkan uang pensiun. Rasa aman akan keuangan inilah yang dikejar mayoritas masyarakat. Tidak sedikit calon pegawai yang mengeluarkan uang puluhan juta rupiah sebagai pelicin.
Menjadi pegawai perusahaan swasta pun merupakan incaran masyarakat, terutama mereka yang melihat bahwa menjadi pegawai swasta memiliki peluang mendapatkan gaji lebih tinggi dan mengalir tiap bulan. Rasa aman akan keuangan ini pula yang memotivasi masyarakat menjadi pegawai swasta. Padahal, peluang menjadi pegawai sangat terbatas, ini salah satu penyebab tingginya tingkat pengangguran.
Oleh karena itu, perlu upaya untuk mengubah mental masyarakat, dari bermental pekerja menjadi wirausaha. Lembaga pendidikan harus menumbuhkan jiwa wirausaha pada anak didiknya, pemerintah harus mendorong suatu iklim yang memudahkan tumbuhnya para wirausahawan, dan tak kalah penting adalah keberadaan jasa yang memberikan rasa aman akan keuangan di masa depan pada saat seseorang tidak produktif lagi.
Asuransi adalah suatu jasa yang memberikan jaminan keuangan kepada seseorang saat tidak produktif lagi. Dengan berasuransi, bila seseorang mengalami cacat tubuh dan tidak dapat bekerja lagi, dia akan mendapatkan uang pertanggungan. Dengan berasuransi, seseorang apabila meninggal, maka dia sudah memberikan bekal bagi keluarga, perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang kepada ahli warisnya.
Saat ini ada berbagai jenis asuransi, antara lain asuransi jiwa plus tabungan pendidikan atau asuransi yang meliputi penyakit kritis. Jika seseorang didiagnosis terkena penyakit kritis seperti penyakit jantung, perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang untuk biaya pengobatan. Selain mendapatkan biaya pengobatan, dia juga dibebaskan dari premi, sehingga apabila dia sedianya harus membayar premi selama 15 tahun tetapi pada tahun ke-3 dia didiagnosis berpenyakit kritis, maka untuk 12 tahun selanjutnya dia tidak perlu lagi membayar premi. Perusahaan asuransilah yang meneruskan pembayaran premi, sehingga tabungan tetap berjalan sesuai dengan rencana. Dengan demikian, maka keamanan keuangan terjamin, meskipun orang tersebut sudah tidak bekerja lagi.
Jiwa wirausaha dan kemauan berasuransi harus terus ditanamkan kepada masyarakat angkatan kerja sehingga mereka terdorong menjadi wirausahawan yang melindungi diri dengan asuransi. Namun, memilih jasa asuransi harus hati-hati. Pilihlah perusahaan yang dapat dipercaya dan lancar melakukan pembayaran klaim. Untuk itu, track record perusahaan harus dikenali dengan baik.
Di Indonesia, salah satu perusahaan asuransi terpercaya adalah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputra 1912. Di tengah serbuan perusahaan asuransi internasional, AJB Bumiputra mampu tetap bersaing menjadi salah satu pemain terbesar di Indonesia. Hingga tahun 2009 aset yang dikelola mendekati Rp13,57 triliun dan tahun 2010 membukukan premi income sebesar Rp5,65 triliun. Dalam 5 tahun terakhir, AJB telah memberikan manfaat asuransi kepada masyarakat lebih dari Rp14 triliun, atau rata-rata Rp2,8 triliun per tahun, atau Rp7,9 miliar per hari. Dan, yang terpenting adalah AJB Bumiputera tidak pernah gagal membayar klaim. Keberhasilan AJB ini karena menerapkan asas usaha bersama, sehingga semua pemegang polis adalah pemilik perusahaan. Hal inilah yang menyebabkan AJB Bumiputera mampu eksis hampir satu abad dan menjadi tuan di negeri sendiri.
Semoga dengan kesadaran berasuransi, angkatan kerja Indonesia lebih terdorong menjadi wirausahawan. Dengan demikian, tingkat pengangguran berkurang, kemiskinan mengecil, dan masyarakat pun lebih sejahtera.
Filed under: Uncategorized
Marilah Berasuransi
oleh Indrawati
Saya bukan seorang agen asuransi, namun, saya ingin berbagi pengalaman tentang asuransi jiwa. Kesadaran pentingnya asuransi muncul pertama kali ketika kakak ipar saya meninggal, meninggalkan seorang istri (kakak saya) dan dua anak. Tentu ini merupakan hal yang berat, menyedihkan, tetapi itulah hidup, kematian adalah niscaya. Syukurlah, kakak saya orangnya tabah, kuat, mandiri, dan lebih bersyukur lagi karena beberapa bulan sebelum mendiang suaminya meninggal, kakak saya telah mengasuransikannya sehingga pascameninggal suaminya, dia mendapatkan sejumlah dana untuk membantu menopang perjuangannya membesarkan dan mendidik anak-anak.
Kesadaran kedua, muncul pada saat saya dan anak secara bersamaan terkena demam berdarah. Kami dirawat di sebuah rumah sakit swasta dan menempati ruang bagus sesuai dengan plafon posisi saya di tempat bekerja. Syukurlah, setelah sembilan hari dirawat saya diperbolehkan pulang. Selang beberapa waktu setelah saya sehat dan kembali bekerja, saya mendapatkan kabar bahwa saya harus membayar kelebihan biaya anak saya di rumah sakit karena kantor tidak menanggung semua biaya rumah sakit anggota keluarga. Saya merenung, apalagi kalau saya sudah tidak lagi bekerja, tidak ada yang menanggung biaya rumah sakit apabila saya dan keluarga sakit.
Dari dua kejadian itu, saya sadar betapa pentingnya berasuransi jiwa, terlebih lagi yang dilengkapi asuransi kesehatan dan pendidikan. Mengingat saya adalah pegawai swasta, yang tidak memiliki pensiun dan apabila tidak mampu bekerja lagi, maka akan berhentilah pendapatan. Dengan kesadaran inilah, saya dan suami mengikuti program asuransi jiwa yang dilengkapi kesehatan dan pendidikan buat anak-anak. Kami meminta pihak asuransi memotong biaya premi dan investasi dari rekening tabungan langsung per enam bulan agar tidak terasa. Saya tidak ingin kepergian saya kelak membuat anak-anak saya sedih berlarut-larut dan miskin, terlebih fakir, karena kefakiran akan mendekati mereka menjadi kafir. Saya ingin mereka meneruskan hidup dengan baik, sejahtera, sehingga mampu terus berdoa untuk saya.
Oleh karena itu, sebaiknya kita mulai berasuransi dan berinvestasi, bukankah orang tua selalu memberi pepatah menabunglah meskipun sedang tidak punya, apalagi kalau kita sekarang dalam kondisi punya atau masih mampu mancari dana. Namun, hal penting yang harus diingat, pilihlah jasa asuransi dari perusahaan yang terpercaya. Di Indonesia, salah satunya adalah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputra 1912. Di tengah serbuan perusahaan asuransi internasional, AJB Bumiputra mampu tetap bersaing menjadi salah satu pemain terbesar di industri asuransi jiwa Indonesia ditinjau dari aspek aset, total premi income, dan jumlah portofolio. Hingga tahun 2009 AJB Bumiputra 1912 mengelola asset hampir sebesar Rp13,57 triliun, dan tahun 2010 membukukan premi income sebesar Rp5,65 triliun. Dalam 5 tahun terakhir, AJB Bumiputera 1912 telah memberikan manfaat asuransi ke masyarakat lebih dari Rp14 triliun, atau rata-rata Rp2,8 triliun per tahun, atau per hari mencapai Rp7,9 miliar. Dan, yang terpenting adalah AJB Bumiputera tidak pernah gagal membayar klaim. AJB Bumiputera 1912 memiliki 481 jaringan kantor pelayanan di seluruh Indonesia. Jumlah agennya hampir 30.000 orang, dengan jumlah pegawai lebih dari 3.450 orang. Kebesaran AJB ini karena menerapkan asas usaha bersama (mutualisme), sehingga semua pemegang polis adalah pemilik perusahaan, tidak ada campur tangan pemodal asing. Dengan demikian, tidak ada campur tangan asing dalam kebijakan perusahaan. Hal inilah yang menyebabkan AJB Bumiputera mampu eksis hampir satu abad dan menjadi tuan di negeri sendiri.
Bisnis AJB Bumiputera 1912 meliputi 3 lini bisnis, yakni asuransi jiwa perorangan, asuransi jiwa kumpulan, dan asuransi jiwa syariah. Nah, silakan pilih yang sesuai dengan minat Anda dan marilah mulai berasuransi demi kemaslahatan dan kesejahteraan kita.